Pendidikan
merupakan hal yang penting bagi setiap manusia, pendidikan merupakan suatu
pembelajaran tentang pengetahuan, keterampilan, karakteristik, dan kebiasaan
seseorang maupun sekelompok orang.
Baru-baru
ini tedengar berita bahwa Kemendikbud akan mengganti Ujian Nasional dengan
Assesment, menurut saya langah yang diambil sudah cukup tepat karena pendidikan
di Indonesia dari dulu terbilang diseragamkan dari sabang sampai marauke,
padahal Indonesia ini sangat beragam. Ilmu yang ditungakan setiap daerah itu
berbeda-beda, dan penyampaian guru pun setiap daerah berbeda-beda. Begitu juga
dengan siswa yang menerima ilmu sangat beragam, ada siswa yang langsung
menagkap apa yang dikatakan guru dan ada juga yang lama cara berpikirnya.
Tetapi, bukan berarti siswa itu bodoh. Percayalah setiap manusia diberikan
kemampuan yang berbeda-beda.
![]() |
| KEMENDIKBUD RI 2019-2024 Sumber: Google |
Pengalaman
saya saat duduk dibangku sekolah dulu, saya dari SD sampai SMP paling tinggi
juara 4 itupun saat SD kelas 1. Saat SMP saya tidak pernah mendapatkan rangking
sama sekali, tetapi saya selalu masuk di kelas unggulan. Saya pernah berfikir
di kenapa dia bisa juara umum, tapi saya gak bisa?. Setelah lulus SMP saya
lanjut sekolah SMK di Pekanbaru dan saya mencoba masuk di salah satu SMK Negeri
di sana, awalnya saya sudah PD akan masuk,, dan ketika pengumuman saya tidak
lulus karena selisih nilai nya saja. Inilah yang saya katakan penyampaian pendidikan
setiap daerah berbeda-beda. Tidak bisa dipungkiri bahwa pendidikan di kota
lebih baik dari pada di desa.
![]() |
| Setiap Anak Mempunyai Kemampuan yang Berbeda-beda Sumber: Google |
Akhirnya
saya masuk SMK Luar Negeri (Swasta) di Pekanbaru, selama saya duduk dibangku
SMK saya selalu juara kelas, dan teman-teman saya banyak juga yang masa bodo
dengan pelajaran dan malah lebih suka praktikum. Menjadi yang tertinggi dikelas
bukan berarti kalian pintar akan segala hal, tetapi ketahuilah mempunyai
peringkat dikelas sangat membantu ketika kalian akan masuk ke jenjang
pendidikan berikutnya. Tetapi, jangan kucilkan siswa-siswi yang tidak memiliki
peringkat atau yang nilainya lebih rendah. Saya sudah melihat sendiri, setelah
kami lulus dari SMK, ada yang lanjut kuliah termasuk saya, dan rata-rata semua
sudah bekerja. Ada beberapa teman saya yang dikelas bisa dikatakan nakal la,
ya.. nakal-nakal siswa. Ia tak pernah juara tetapi kalau dikelas kayak mau
jualan dipasar ribut teruss.. nah orang orang seperti ini biasanya di
prediksi,, “Mau jadi apa kamu kedepannya kalau kayak gini kelakuannya”. Saya
juga hampir berpikiran seperti itu dulu, tetapi semakin beranjak dewasa, saya
mulai berfikir segi posisitfnya. Ternyata orang-orang seperti itu sangat tinggi
sosialnya dan sangat mudah bergaul dengan orang lain.
Dan
sekarang apa yang dapat saya lihat, mereka tumbuh menjadi orang yang pekerja
keras, ada yang membuka usaha bengkel, ada yang bekerja di bengkel, pemasaran,
dll. Karakter dan keterampilan sangat dibutuhkan untuk terjun ketahap
selanjutnya.
Menurut
saya, untuk siswa-siswi dan untuk para orang tua, jika siswa /anak anda
mendapatkan peringkat dikelas itu bagus dan dipertahankan, tetapi jika anak
anda tidak mendapatk nilai yang begitu bagus, jangan salahkan dan jangan di
anggap bodoh. Tumbuhkanlah percaya diri mereka, lihat karakter dan minat
mereka. Yang paling penting jangan pernah bandingkan diri anda/ anak anda
dengan orang lain. Dia jago matematika belum tentu jago menggambar. Setiap
insan berhak mempunyai masa depan dan tujuannya sendiri, tergantung niat dan
usahanya.



No comments:
Post a Comment